1. Apa
berdedaan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan serta berikan contoh
kasusnya.
Jawaban :
Masyarakat Pedesaan
1).Perilaku homogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh
konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada
tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga statik
5).Kesatuan dan keutuhan kultural
6).Banyak ritual dan nilai-nilai
sakral
7). Kolektivisme
Masyarakat Kota:
1). Perilaku heterogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh
konsep pengandalan diri dan kelembagaan 3).Perilaku yang berorientasi pada
rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).Kebauran dan diversifikasi
kultural
6).Birokrasi fungsional dan
nilai-nilaisekular
7).Individualisme
7).Individualisme
Studi kasus
Pendidikan yang kurang pada daerah pedesaan membuat
orang orang di pedasaan mengalami kemajuan yang lambat. Alhasil mempengaruhi ke
efisienian produk pada daerah pedesaan. Banyaknya suku suku etnik yang tidak
mau mengikuti perubahan jaman pun membuat masyarakat di Indonesia kurang maju.
Namun pada daerah perkotaan keagaamaan dan kekeluargaan di nilai sangat kurang.
Seperti banyaknya perpecah belahaan akibat politik, kerusuhan pemfitnahan dan
banyak lagi yang lainnya.
Dalam segi lapangan kerja, masyarakat pedesaan
membutuhkan masyarakat kota karna banyaknya lapangan kerja disana. Banyaknya
lapangan kerja membuat para masyaraat pedesaan banyak yang mencari nafkah
disana. Berbanding terbalik dengan masyarakat kota, mereka lebih memilih untuk
pergi berlibur ke daerah daerah yang indah dan sunyi seperti pedesaan agar bisa
menghilangkan stress akibat pekerjaan. Masyarakat kota dan desa secara tidak
langsung saling membutuhkan satu sama lain untuk mensupport apa yang kurang
dari masyarakat tersebut. Perbedaan aspek positif dan negatif yang terjadi
mempengaruhi kesinambungan dari kedua masyarakat.
2. mengapa
didalam suatu masyarakat dapat terjadi pertentangan sosial dan sebutkan
faktor-faktor penyebab pertentangan sosial.
Jawaban : karena sering
terjadinya perbedaan pendapat dan selisih paham yang terjadi di dalam masyarakat.
Faktor-faktornya:
1. Perbedaan
Antar perorangan
Perbedaan
ini dapat berupa perbedaan perasaan, pendirian, atau pendapat. Hal ini
mengingat bahwa manusia adalah individu yang unik atau istimewa, karena tidak
pernah ada kesamaan yang baku antara yang satu dengan yang lain.
2. Perbedaan Kebudayaan
Perbedaan kebudayaan
mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku perseorangan dalam kelompok
kebudayaan yang bersangkutan. Selain perbedaan dalam tataran individual,
kebudayaan dalam masing-masing kelompok juga tidak sama.
3.Bentrokan Kepentingan
Bentrokan kepentingan
dapat terjadi di bidang ekonomi, politik, dan sebagainya. Hal ini karena setiap
individu memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda dalam melihat atau
mengerjakan sesuatu. Demikian pula halnya dengan suatu kelompok tentu juga akan
memiliki kebutuhan dan kepentingan yang tidak sama dengan kelompok lain.
Misalnya kebijakan mengirimkan pemenang Putri Indonesia untuk mengikuti kontes
‘Ratu Sejagat’ atau ‘Miss Universe’.
4.
Perubahan Sosial yang Terlalu Cepat di dalam Masyarakat
Perubahan tersebut dapat
menyebabkan terjadinya disorganisasi dan perbedaan pendirian mengenai
reorganisasi dari sistem nilai yang baru. Perubahan-perubahan yang terjadi
secara cepat dan mendadak akan membuat keguncangan proses-prosessosial di dalam
masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan
karena dianggap mengacaukan tatanan kehidupan masyarakat yang telah ada.
3.jelaskan
hubungan antara pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan serta berikan contohnya.
Jawab:
Hubungan antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan
Ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam
peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk
mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan
sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang
berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling
berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara
teknologi mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya.
Ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu
kehidupan di dunia (satu dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum
pernah dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu
pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan), maka kita tidak dapat netral
dan bersikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau
mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu
mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.
Ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan,
tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan
sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Dalam
hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia
lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi
dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan
kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental.
Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini
pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan
mekanisme pasar. Semuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem
kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rata-rata
orang yang hidup di bawah garis kemiskinan belum dapat membaca maupun menulis.
sedangkan salah satu cara memberantas kemiskinan adalah dengan ilmu
pengetahuan. Dengan dapat membaca dan menulis, seorang pemulung sampah bisa
berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan menghasilkan banyak
uang. Dengan ilmu pengetahuan, dapat merubah seorang pengamen untuk berpikir
kreatif dan memulai membuka suatu usaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Studi
kasus
Di Indonesia masih banyaknya anak
anak bangsa yang kurang dengan pendidikan pada masa kini. Hal itu menyebakan
kurangnya perkembangan di kalangan remaja remaja dalam hal teknologi dan
perkembangan. Akhirnya pun menyebabkan banyaknya orang dewasa yang masih
menjadi pengagguran dan mengalami kemiskinan.
Dilakukannya pendidikan gratis untuk
kalangan yang tidak mampu harusnya bisa mencegah adanya kemiskinan dan
pengangguran di Indonesia ini. Agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan hidup
yang lebih baik.
4.sebutkan dan jelaskan 3 tipe
kaitan agama dengan masyarakat
Jawab:
·
Masyarakat dan nilai-nilai sakral
Masyarakat tipe ini kecil, terisolasi, dan terbelakang.
Anggota masyarakat menganut agama yang sama. Oleh karenanya keanggotaan mereka
dalam masyarakat, dalam kelompok keagamaan adalah sama.
·
Masyarakat-masyarakat pra industri yang
sedang berkembang
Keadaan masyarakat tidak terisolasi, ada perkembangan
teknologi yang lebih tinggi daripada tipe pertama. Agama memberikan arti dan
ikatan kepada sistem nilai dalam tipe masyarakat ini. Dan fase kehidupan sosial
diisi dengan upacara- upacara tertentu.
·
Masyarakat-masyaraka industri seculer
Masyarakat
industri secular bercirikan dinamika dan teknologi semakin berpengaruh terhadap
semua aspek kehidupan, sebagian besar penyesuaian- penyesuaian terhadap alam
fisik, tetapi yang penting adalah penyesuaian- penyesuaian dalam hubungan
kemanusiaan sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai
konsekuensi penting bagi agama, Salah satu akibatnya adalah anggota masyarakat
semakin terbiasa menggunakan metode empiris berdasarkan penalaran dan efisiensi
dalam menanggapi masalah kemanusiaan, sehingga lingkungan yang bersifat sekular
semakin meluas.
5.berikan
contoh kasus konflik agama yang sering terjadi didalam masyarakat.
Jawab:
Lemahnya
kekuatan pancasila di Indonesia membuat banyaknya pertanyaan akan persatuan di
banyaknya agama di Indonesia. Masyarakat yang kurang memiliki rasa toleransi
antara umat beragama membuat banyak perpecahan yang dipicu dari perbuatan
perbuatan dimulai dari mengolok-olok suatu agama hingga langsung menjatuhkan.
Akibat penyebaran info-info hoax yang sering bertebaran tentang agama membuat
banyak orang bertengkar hingga terpecah belah.
Masyarakat
di Indonesia harusnya mulai menyadai bahwa negara kita ini adalah negara
kesatuan dari berbagai macam agama dan suku. Sehingga masyarakat bisa memiliki
jiwa toleransi yang kuat. Agar bisa menghormati agama satu sama lain, karna
bagaimanapun kita di Indonesia hidup bersaudara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar