Rabu, 02 Januari 2019

ISD BAB (Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan)


                        Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

7.1 Masyarakat Perkotaan, Aspek-Aspek Positif dan Negatif

A.    Pengertian Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah  society )adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup ersama dalam satu komunitas yang teratur.

B.     Syarat Menjadi Masyarakat
Ø  Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam jangka waktu yang lama.
Ø  Merupakan satu kesatuan.
Ø  Merupakan suatu sistem hidup bersama, yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya.

C.     Pengertian Masyarakat Perkotaan dan Cirinya

·         Pengertian
Pengertian Masyarakat perkotaan sama Seperti halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini.
Ø  i.Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
Ø  ii.Max Weber
Kota adalah, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
Ø  iii.Dwigth Sanderson
Kota adalah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.

·         Ciri-ciri masyarakat Perkotaan 
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
1.      Pada umumnya kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang hamya perduli dengan kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
2.      Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri (mandiri) tanpa harus bergantung pada orang lain (Individualisme).
3.      Dunia kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4.      kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
5.      Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan sangat pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
 (https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/pengertian-masyarakat-perkotaan/)

Tipe masyarakat dibedakan menjadi dua, yaitu :
Ø  Masyarakat Terbuka
Masyarakat terbuka adalah masyarakat yang mau menerima perubahan, baik perubahan budaya maupun perubahan teknologi dan segala macam perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Dalam menerima perubahan, pada masyarakat terbuka dibedakan menjadi dua yaitu:
a.       Masyarakat  yang menerima perubahan dengan cara seleksi
Dalam tipe masyarakat dengan cara ini, perubahan yang ada disikapi dengan selektif. berarti perubahan yang membawa dampak positif bagi nilai-nilai pada kelompok masyarakat ini  akan diterima dengan tangan terbuka, sebaliknya perubahan yang dapat menimbulkan rusaknya norma-norma sosial yang telah ada akan ditolak. Masyarakat ini tergolong sebagai masyarakat modern.
Berikut adalah ciri-ciri masyarakat modern :
·         Sikap hidup yang dapat menerima hal-hal baru dan terbuka untuk perubahan
·         Lebih mengutamakan masa kini.
·         Lebih meyakini IPTEK dibanding hal-hal gaib (mistik).
·         Penuh perhitungan dan lebih percaya diri.
·         Memiliki sikap yang lebih adil.

b.      Masyarakat yang menerima perubahan dengan cara tanpa seleksi
Masyarakat yang menerima perubahan tanpa seleksi artinya semua unsur-unsur yang masuk dalan suatu masyarakat dianggap baik, sehingga perlu diikuti, terutama unsur-unsur budaya dari dunia barat. Hal ini karena perkembangan IPTEK mereka demikian maju dan cepat.
Keadaan ini membuat sebagian masyarakat lupa bahwa tidak semua yang datang dari barat merupakan hal-hal yang modern. Proses menerima semua unsur-unsur barat tanpa seleksi disebut westernisasi. Padahal semua yang datang dari barat tidak dapat digolongkan modern. Pergaulan bebas merupakan kerusakan moral dan tidak sesuai dengan nilai dan norma bangsa Indonesia. Modern tidak sama dengan westernisasi. Hal ini berarti tidak semua yang datang dari barat itu modern. Pada akhirnya, kita harus bersikap bijaksana, jangan sampai westernisasi melunturkan nilai dan norma-norma baik yang telah ada dan melekat pada diri kita.
Ø  Masyarakat Tertutup
Masyarakat tertutup sulit menerima perubahan. Mereka bersifat bahwa perubahan akan menyebabkan hilangnya keaslian budayanya. Contohnya seperti Masyarakat Papua, masih terdapat suku-suku yang hamper belum mengalami perubahan sama sekali. Kehidupan mengembara di hutan, mengumpulkan makanan berupa daun-daunan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain (nomaden) bahkan masih belum menggunakan pakaian.
Ciri masyarakat tertutup :
·         Tidak mau kehilangan budaya aslinya.
·         Mengalami perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat.
·         Memiliki sifat etnosentrisme yang cukup tinggi.
·         Sangat  kuat memegang tradisi dan ideologi kelompok.
·         Memiliki mobilitas social rendah.

Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Perbedaan itu sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan”.
Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.
Ciri ciri tersebut antara lain :
·         jumlah dan kepadatan penduduk
·         lingkungan hidup
·         mata pencaharian
·         corak kehidupan social
·         stratifiksi social
·         mobilitas social
·         pola interaksi social
·         solidaritas social
·         kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.



A.    Hubungan Desa dan Kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti: (i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam; (ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; (iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; (iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
a.       Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota  yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).

b.      Sebab-sebab Urbanisasi
1.      Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)
Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
·         Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
·         Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
·         Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
·         Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
·         Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.

2.      Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)
Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
·         Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota  banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
·         Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
·         Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
·         Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
·         Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).



7.3 Aspek Positif dan Negatif
Ø  Aspek Positif dan Aspek Negatif

·         Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
·         Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
·         Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
·         Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
·         Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal – hal yang termasuk Pull Factor antara lain :
·         Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
·         Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
·         Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
·         Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
·         Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah.
          (Soekanti, 1969 : 124-125 ).

Ø  5 unsur lingkungan Perkotaan
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan setidaknya mengandung 5 unsur yang meliputi :
1.      Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsur wisma ini berfngsi:
·         dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang.
·         memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan

2.      Karya : unsur ini merupakan syarat yang utama untuk eksistensi suatu kota, karena unsur ini sebagai jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
3.      Marga : unsur ini merupakan ruang perkotaan yang mempunyai fungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
·         Suka : unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian.
·         Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.

Ø  Fungsi Eksternal Kota

·         Pusat kegiatan politik dan administrasi pemerintahan wilayah tertentu
·         Pusat dan orientasi kehidupan social budaya suatu wilayah lebih luas
·         Pusat dan wadah kegiatan ekonomi ekspor :
·         Produksi barang dan jasa
·         Terminal dan distribusi barang dan jasa.



7.4             Masyarakat Pedesaan

Ø  Pengertian Desa
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris, Tradition artinya Adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara, dan ada beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa, pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain diantara unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas.

Ø  Ciri, Unsur, dan Fungsi Desa
Menurut para ahli:
·         Menurut Bintarto
Desa merupakan perwujudan yang ditimbulkan oleh unsur – unsur ekonomi, sosial, kultural maupun fisiografis yang ada pada tempat tersebut dalam hubungan serta pengaruh timbal balik dengan daerah – daerah lain.
·         Menurut W.S. Thompson
Desa adalah salah satu tempat yang menampung penduduk.
·         Menurut William F. Orburn serta Meyer F. Nimkoff
Desa dapat diartikan sebagai sebuah organisasi kehidupan sosial secara menyeluruh dalam suatu wilayah yang terbatas.
·         Menurut D. Anderson
Desa merupakan suatu tempat yang memiliki penduduk kurang lebih 2.500 jiwa.
·         Menurut Vernor C. Finch serta Glenn T. Trewartha
Desa pada dasarnya merupakan tempat tinggal bukan pusat bisnis. Secara umum, desa terdiri dari daerah persawahan serta bangunan – bangunan sederhana yang mengelilinginya.
Unsur-Unsur Desa
·         Daerah atau Wilayah, hal ini mencakup lokasi atau letak, batas wilayah, luas, jenis tanah, keadaan lahan dan pola pemanfaatannya.
·         Penduduk, hal ini mencakup jumlah, tingkat kelahiran, tingkat kematian, pertumbuhan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk.
·         Tata Kehidupan, hal ini mencakup pola dan ikatan pergaulan, adat istiadat dan norma yang berlaku.
Fungsi Desa
·         Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
·         Desa sebagai sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
·         Desa sebagai mitra bagi pembangunan kota
·         Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah NKRI

Ø  Macam Pekerjaan Gotong Royong
·         kerja bakti
·         gotong-royong memperbaiki jembatan atau jalanan

Ø  Sifat, Hakikat, dan Gejala-Gejala Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tetapi sangatlah ramah. Biasanya adat dan kepercayaan mereka yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti petani yang menyiapkan bahan pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu.

Ø  Sistem Budaya Petani Indonesia
·         Mereka beranggapan bahwa orang yang bekerja itu untuk hidup
·         Mereka menganggap alam itu tidak menakutkan jika terjadi bencana
·         Dalam menghadapi alam mereka cukup bekerja sama



7.5 Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Ø  Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.
Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata permasalahan.
Karakter umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.
1.      Sederhana
2.      Mudah curiga
3.      Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
4.      Mempunyai sifat kekeluargaan
5.      Lugas atau berbicara apa adanya
6.      Tertutup dalam hal keuangan mereka
7.      Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
8.      Menghargai orang lain
Sedangkan cara beradaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.
Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban community.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:
1.      Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.
2.      Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
3.      Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
4.      Jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
5.      Interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.

A.    Studi kasus
Pendidikan yang kurang pada daerah pedesaan membuat orang orang di pedasaan mengalami kemajuan yang lambat. Alhasil mempengaruhi ke efisienian produk pada daerah pedesaan. Banyaknya suku suku etnik yang tidak mau mengikuti perubahan jaman pun membuat masyarakat di Indonesia kurang maju. Namun pada daerah perkotaan keagaamaan dan kekeluargaan di nilai sangat kurang. Seperti banyaknya perpecah belahaan akibat politik, kerusuhan pemfitnahan dan banyak lagi yang lainnya.
Dalam segi lapangan kerja, masyarakat pedesaan membutuhkan masyarakat kota karna banyaknya lapangan kerja disana. Banyaknya lapangan kerja membuat para masyaraat pedesaan banyak yang mencari nafkah disana. Berbanding terbalik dengan masyarakat kota, mereka lebih memilih untuk pergi berlibur ke daerah daerah yang indah dan sunyi seperti pedesaan agar bisa menghilangkan stress akibat pekerjaan. Masyarakat kota dan desa secara tidak langsung saling membutuhkan satu sama lain untuk mensupport apa yang kurang dari masyarakat tersebut. Perbedaan aspek positif dan negatif yang terjadi mempengaruhi kesinambungan dari kedua masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar