Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan
9.1 Ilmu Pengetahuan
Ø Menjelaskan
pengertian ilmu pengetahuan dan 4 sikap yang ilmiah
Ilmu pengetahuan yaitu suatu proses pemikiran
dan analisis yang rasional, sistematik, logic dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat
dibuktikan dengan percobaan yang transparan dan juga objektif.
Ilmu pengetahuan adalah
pengetahuan yang tersusun dengan
sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pemgetahuan mana selalu dapat
diperiksa atau di
control dengan
kritis oleh setiap orang lain yang ingin mengetahuinya.
Sikap yang bersifat
ilmiah:
·
Tidak ada perasaan yang
bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif.
·
Selektif, artinya
mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta
atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
·
Kepercayaan yang layak
terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi
yang digunakan untuk mencapai ilmu.
·
Merasa pasti bahwa setiap
pendapat, teori, maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih
terbuka untuk dibuktikan kembali.
Sumber : Ilmu Sosial Dasar (Ir.M.Munandar
Soelaeman, MS) dan Ilmu Sosial Dasar (Drs.H.Abu Ahmadi)
9.2 Teknologi
Ø Penjelaskan
pengertian teknologi
Teknologi adalah dimana masing-masing
berbeda dalam sudut pandangnya. Menurut Walter Buckingham yang dimaksud dengan
teknologi adalah ilmu oengetahuan yang diterapkan kedalam seni industry serta
oleh karenanya mencakup alat-alat yang memungkinkan terlaksananya efisiensi
tenaga kerja menurut keragaman kemampuan.
Ø Menyebutkan
ciri-ciri fenomena Teknik pada masyarakat
Fenomena Teknik pada
masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai
berikut :
·
Rasionalitas: tindakan spontan oleh
Teknik di ubah menjadi tindakan yang di rencanakan dengan perhitungan rasional.
·
Artifisialitas: selalu membuat sesuatu
yang buatan tidak alamiah.
·
Otomatisme: dalam hal metode,
organisasi dan rumuan dilaksanakan serba otomatis. Demikian pula dengan Teknik
mampu mengeliminasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis.
·
Teknik berkembang pada
suatu kebudayaan.
·
Monisme: semua Teknik bersatu,
saling berinteraksi dan saling bergantung.
·
Universalisme: Teknik melampaui
batas-batas kebudayaan dan ediolog, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
·
Otonomi: Teknik berkembang
menurut prinsip-prinsip sendiri.
Ø Menyebutkan
ciri-ciri teknologi barat
Ciri-ciri teklologi barat
:
·
Serba intensif dalam
segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja dan lain-lain, sehingga
lebih akrab dengan kaum elit dibanding dengan buruh itu sendiri.
·
Dalam struktur social,
teknologi barat bersifat mempunyai
sifat kebergantungan.
·
Kosmologi atau pandangan
teknologi barat yaitu menganggap dirinya sebagai pusat yang lain feriferi,
waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier, memahami realitas secara
terpisah dan berpandangan manusia sebagai tuan atau mengambul jarak dengan
alam.
Sumber : Ilmu Sosial Dasar (Ir.M.Munandar
Soelaeman, MS) dan Ilmu Sosial Dasar (Drs.H.Abu Ahmadi)
9.3 Ilmu
Pengetahuan dan Nilai
Ø Menjelaskan
pengertian ilmu pengetahuan teknologi dan nilai
Ilmu pengetahuan dan teknologi
sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar perhatiannya, dirasakan
dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang pada hakikatnya adalah
penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penerapan ilmu pengetahuan khususnya teknologi sering kurang memperhatikan masalah nilai, moral. Keadaan demikian tidak luput dari falsafah pembangunannya itu sendiri, dalam menentukan pilihan antara orientasi produksi dengan motif ekonomi yang kuat, dengan orientasi nilai yang menyangkut segi-segi kemanusiaan yang terkadang harus dibayar lebih mahal.
Penerapan ilmu pengetahuan khususnya teknologi sering kurang memperhatikan masalah nilai, moral. Keadaan demikian tidak luput dari falsafah pembangunannya itu sendiri, dalam menentukan pilihan antara orientasi produksi dengan motif ekonomi yang kuat, dengan orientasi nilai yang menyangkut segi-segi kemanusiaan yang terkadang harus dibayar lebih mahal.
IImu adalah bukan tujuan tetapi
sebagai alat atau sarana dalam rangka meningkatkan taraf hidup manusia. dengan
memperhatikan dan mengutamakan kodrat dan martabat manusia serta menjaga
kelestarian lingkungan alam.
Sikap ilmuwan dibagi menjadi dua
golongan :
·
Golongan
yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat netral
terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun secara aksiologis, soal penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah digunakan.
untuk tujuan baik atau tujuan buruk. Golongan ini berasumsi bahwa
kebenaran itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai
kemanusiaan Iainnya dikorbankan demi teknologi.
terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun secara aksiologis, soal penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah digunakan.
untuk tujuan baik atau tujuan buruk. Golongan ini berasumsi bahwa
kebenaran itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai
kemanusiaan Iainnya dikorbankan demi teknologi.
·
Golongan
yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi itu bersifat netral hanya dalam
batas-batas metafisik keilmuwan, sedangkan dalam
penggunaan dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asas moral atau nilai-nilai. golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui
penggunaan dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asas moral atau nilai-nilai. golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui
Upaya untuk menjinakkan teknologi
diantaranya :
·
Mempertimbangkan
kriteria utama dalam menerapkan suatu inovasi teknologi yang didasarkan pada keuntungan
ekonomis atau sumbangannya kepada pertumbuhan ekonomi.
·
Pada
tingkat konsekuensi sosial, penerapan teknologi harus merupakan
hasil kesepakatan ilmuan sosial dari berbagai disiplin ilmu.
hasil kesepakatan ilmuan sosial dari berbagai disiplin ilmu.
Sumber : Ilmu Sosial Dasar (
Ir.M.Munandar Soelaeman, Ms )
9.4 Kemiskinan
Ø Menjelaskan pengertian kemiskinan
Kemiskinan lazimnya digambarkan sebagai kurangnya pendapatan untuk
memenuhi kebutuhan pokok. dikatakan berada di bawah garis
kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup
yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dB. (Emil Salim) Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai
inspirasi dasar dan perjuangan akan kemerdekaan bangsa, dan motivasi fundamental
dari cita-cita menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Garis kemiskinan, yang menentukan batas minimum pendapatan yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal:
memenuhi kebutuhan pokok. dikatakan berada di bawah garis
kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup
yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dB. (Emil Salim) Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai
inspirasi dasar dan perjuangan akan kemerdekaan bangsa, dan motivasi fundamental
dari cita-cita menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Garis kemiskinan, yang menentukan batas minimum pendapatan yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal:
·
Persepsi
manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan,
·
Posisi
manusia dalam lingkungan sekitar
·
Kebutuhan
objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi.
Ø Menyebutkan ciri-ciri manusia yang
hidup di bawah garis kemiskinan
Manusia yang
berada di bawah garis kemiskinan memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
·
memiliki
faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, keterampilan,
dsb.;
dsb.;
·
Tidak
memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan
kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal
usaha:
kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal
usaha:
·
Tingkat
pendidikan yang rendah
·
Kebanyakan
dari mereka tinggal di desa
·
Banyak
yang hidup di kota berusia muda, tetapi tidak mempunyai
keterampilan.
keterampilan.
Ø Menyebutkan fungsi kemiskinan
Kalu
kita menganut teori fungsionalis dari Stratifikasi ( tokohnya Davis ), kemiskinan pun memiliki sejumlah fungsi yaitu
:
·
Fungsi
ekonomi : penyediaan tenaga untuk pekerjaan tertentu, menimbulkan dana sosial,
membuka lapangan kerja baru dan memanfaatkan barang bekas ( masyarakat pemulung
).
·
Fungsi
social : menimbulkan altruism ( kebaikan spontan ) dan perasaan, sumber
imajinasi kesulitan hidup bagi si kaya, sebagai ukuran kemajuan bagi kelas lain
dan merangsang munculnya badan amal.
·
Fungsi
kultural : sumber inspirasi kebijakan teknokrat dan sumber inspirasi sastrawan
dan memperkaya bidaya saling mengayomi antara sesama manusia.
·
Fungsi
politik : berfungsi sebagai kelompok masyarakat marginal untuk musuh bersaung
bagi kelompok lain.
Sumber : Ilmu Sosial Dasar (
Ir.M.Munandar Soelaeman,Ms )
A. Studi
kasus
Di Indonesia
masih banyaknya anak anak bangsa yang kurang dengan pendidikan pada masa kini.
Hal itu menyebakan kurangnya perkembangan di kalangan remaja remaja dalam hal
teknologi dan perkembangan. Akhirnya pun menyebabkan banyaknya orang dewasa
yang masih menjadi pengagguran dan mengalami kemiskinan.
Dilakukannya
pendidikan gratis untuk kalangan yang tidak mampu harusnya bisa mencegah adanya
kemiskinan dan pengangguran di Indonesia ini. Agar mereka bisa mendapatkan
pekerjaan dan hidup yang lebih baik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar