Rabu, 14 November 2018

TUGAS ISD 2 (PEMUDA DAN SOSIALISASI)



PEMUDA DAN SOSIALISAI


4.1 Internalisasi Belajar dan Spesilisasi
·         Pengertian Pemuda
Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.

·         Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.

·         Internalisasi belajar dan sosialisasi
Internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusionalisasi saja,akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat. Norma-norma ini kadang dibedakan antara norma-norma ;
-          Norma-norma yang mengatur pribadi
-          Norma-norma yang mengatur hubungan pribadi


·         Proses Sosialisasi
Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkunga budayanya. Dari proses tersebut,seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau memgikuti norma yang berlaku dimasyarakat.

·         Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
Dalam hubungannya dengan sosialisasi geenerasi muda khususnya mahasiswa telah melaksanakan proses sosialisasi dengan baik dan dapat dijadikan contoh untuk generasi muda, mahasiswa pada khususnya pada saat ini.
Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 ternyata perlu ditebus
,
KAMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)  menjadi pelopor pemdobrak kearah kehidupan baru yang kemudian dikenal dengan nama orde baru (ORBA).
Kalau dilihat lebih mendalam, mahsiswa pada garis besarnya mempunyai peranan sebagai :
a. agent of change
b. agent of development
c. agent of modernizatio
n.


·         Studi Kasus
Banyaknya para mahasiswa yang berdemo dengan kepentingan negara dan rakyatnya adalah merupakan bentuk bahwa kita membutuhkan peranan pemuda agar negara kita bisa lebih maju, dan tentu saja kita juga harus bersosialisasi agar masyarakat sekitar bisa lebih akrab dengan masyarakat lainnya




4.2  Pemuda dan Identitas
·         Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Generasi muda memiliki peranan penting dalam memajukan dan meningkatkan pembangunan. Begitu banyak potensi yang dimiliki oleh generasi muda, mereka mampu berkarya dan berekspresi dengan bebas tetapi masih dalam lingkup yang sewajarnya dan tidak menyalahi aturan. Pengembangan potensi tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga, orang tua dapat mengembangkan potensi anak mereka sejak berusia balita, orang tua dapat mengarahkan apa dan kemana potensi yang dimiliki oleh anak mereka sehingga lahirlah generasi muda yang memiliki potensi sesuai minat masing-masing anak. Potensi generasi muda juga dapat membangun rasa bangga pada diri sendiri.Keluarga dan negara juga merasa bangga atas potensi yang dimiliki oleh anggota keluarga atau sebagai masyarakat. Peran orang tua sangat dibutuhkan orang tua dapat mengarahkan sejak dini kemana arah yang paling tepat dan baik untuk perkembangan anak mereka sehingga generasi muda dapat memiliki potensi yang sangat berguna bagi nusa dan bangsa.

·         Masalah-Masalah Generasi Muda
Permasalahan umum yang dihadapi oleh generasi muda di Indonesia dewasa ini antara lain sebagai berikut :
1.Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
2.Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
3.Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal. Tinggimya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.
4.Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
5.Kurangnya gizi yang menghambat perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan.
6.Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.
7.Penyalahgunaan Obat Narkotika dan Zat Adiktif lainnya yang merusak fisik dan mental bangsa.
8.Masih adanya anak-anak yang hidup menggelandang.
9.Pergaulan bebas diantara muda-mudi yang menunjukkan gejala penyimpangan perilaku (Deviant behavior).
10.Masuknya budaya barat (Westernisasi Culture) yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita yang dapat merusak mental generasi muda.
11.Masih merajalelanya kenakalan remaja dan permasalahan lainnya. Permasalahan tersebut akan berkembang seiring dengan perkembangan jaman apabila tidak diupayakan pemecahannya oleh semua pihak termasuk organisasi masyarakat, diantaranya KARANG TARUNA


·         Potensi Generasi Muda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda adalah sebagai berikut :
1.Idealisme dan Daya Kritis
2.Dinamika dan Kreativitas
3.Keberanian Mengambil Resiko
4.Optimis dan Kegairahan Semangat
5.Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.
6.Terdidik
7.Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.
8.Patriotisme dan Nasionalisme
9.Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi

·         Tujuan Pokok Sosialisasi
Ø  Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
Ø  Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
Ø  Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
Ø  Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.


·         Studi Kasus
Banyak pemuda yang melakukan tindakan tindakan yang tidak benar seperti, narkoba, sex bebas, minuman keras, dll membuat kita perlu adanya sosialisasi dari orang sekitar, agar mereka tidak terjerumus dalam hal seperti ini

4.3 Perguruan dan Pancasila
·         Mengembangkan Potensi Generasi Muda
1.Individu harus diberi ilmu pengetahuan dan keterampilan
2.Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif
3.Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4.Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok pada masyarakat umumnya.
·         Pengertian Pendidikan dan perguruan
Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat menentukan dalam proses pembangunan. Sebagai subyek pembangunan, maka setiap orang harus terlibat secara aktif dalam proses pembangunan, sedangkan sebagai obyek, maka hasil pembangunan tersebut harus bisa dinikmati oleh setiap orang. Disinilah terletak arti penting dari pendidikan sebagai upaya terciptanya kualitas sumber daya manusia, sebagai prasarat utama dalam pembangunan.
·         Alasan Untuk Berpendidikan Tinggi
Berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi penting. Karena berbagai alasan:
1.      Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakatnya
2.      kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama dibangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosialisasi terpanjang secara berencana, dibandingkan dengan generasi muda/pemuda lainnya
3.      Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya dimana hal ini akan memperkaya khasanah kebudayaannya
4.      Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan. Struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda/pemuda, umumnya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya

·         Studi Kasus
Untuk mengubah negara kita lebih maju tentunya memerlukan skill dan pengalaman yang sangat tinggi, guna mencapai tujuan yang baik. Maka dari itu para pemuda sangat harus belajar setinggi tingginya agar bias memajukan negara kita ini.


Kamis, 18 Oktober 2018

Individu, Keluarga, Masyarakat


3.1    Pertumbuhan Individu
·    Pengertian Individu
Kata latin dari Individu adalah Individuum yang berarti yan tak terbagi. Kata individu dapat disebut sebagai suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Individu sendiri bisa berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yang disebut sebagai perseorangan.
 (sumber:Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)           

·    Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah suatu perubahan dari object tersebut berkembang ke arah yang lebih besar atau dewasa.
Menurut para ahli pertumbuhan pada dasarnya merupakan proses asosiasi. Bagian bagian merupakan proses asosiasi yang primer.

 (sumber: Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)
·    Menyebutkan Fakor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan

Pertumbuhan pada garis besarnya dapat digolongkan kedalam tiga ,yaitu :
Ø Nativistik
Ø Konvergensi dan Interaksionisme
Ø Empiristik dan Environmentalistik

Tahap pertumbuhan berdasar psikologi adalah individu dari saat lahir sampai dewasa melaui masa-masa:
Ø Vital
Ø Estetik
Ø Intelektual
Ø Remaja
Ø Usia Mahasiswa
(sumber; Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)
3.2    Fungsi Keluarga

·    Pengertisn fungsi keluarga
Keluarga merupakan suatu kesatuan masyarakat terkecil yang disebut kelompok kecil dalam sebuah organisasi masyarakat. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan yang dilakukan oleh anggota keluarga itu sendiri.
(sumber:Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)

·    Macam-macam fungsi keluarga
Pekerjaan yang dilakukan dalam keluarga terbagi menjadi beberapa golongan fungsi,yaitu:
Ø Fungsi Keagamaan
Ø Fungsi Biologis
Ø Fungsi Ekonomi
Ø Fungsi Sosial
Ø Fungs Pemeliharaan

Fungsi-fungsi keluarga:
a)  Sebagai wadah untuk pembentukan kepribadian anak-anak.
b)  Berfungsi untuk membentuk kepribadian.
c)  Sebagai prantara (transmisi) kebudayaan masyarakat.
d)  Sebagai lembaga perkumpulan ekonomi.
e)  Sebagai tempat mengasuh dan mendidik anak-anak yang ada di keluarga tersebut.
(sumber: Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)

3.3    Individu, Keluarga dan Masyarakat

·    Pengertian Keluarga
Mengenai pengertian keluarga ada beberapa pendapat antara lain:
Ø Sigmund Freud berpendapat bahwa keluarga adalah perwujudan dari adanya perkawinan antara pria dan wanita, sehingga keluarga itu merupakan perwujudan dorongan-dorongan seksual.
Ø Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa keluarga itu adalah kumpulan beberapa orang yang karena terkait oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, eksensial enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh golongan itu untuk memulihkan masing-masing anggotanya.
(sumber: Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)

·    Pengertian Masyarakat
Mengenai pengertian masyarakat antara lain, menurut:
Ø Drs.JBAF.Mayor Polak berpendapat bahwa masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri dari kolektiva-kolektiva seta kelompok-kelompok dan sub-sub kelompok.
Ø Prof.M.M. Djojodiguno berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu kebulatan dari segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.
Ø Hasan Sadily berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama.
(sumber: Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)

·    2 golongan masyarakat
Dalam perkembangan dan pertumbuhan suatu masyarakat, di golongkan menjadi 2, yaitu:
1)  Masyarakat primitif
2)  Masyarakat modern
(sumber: Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)

·    Perbedaan antara kelompok masyarakat non industri dengan masyarakat industri
1)  Masyarakat non industri
Masyarakat non industri bisa disebut kelompok nasional yang digolongkan menjadi 2, yaitu:
Ø Kelompok primer
Interaksi yang terjadi antar anggota lebih terikat secara intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok ini juga disebut  face to face group, sebab para anggota sering bercakap tatap muka.
Ø Kelompok sekunder
Anggota kelompok sekunder saling berhubungan secara tidak langsung, dan kurangnya sifat kekelurgaan yang terjalin pada anggota kelompok. Oleh sebab itu sifat interaksi, pembagian kerja, antara anggota kelompok yang diatur oleh pertimbangan rasional dan objektif.
2)  Masyarakat industri
Masyarakat industri diartikan sebagai kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang sampai pada batas-batas tertentu.
(sumber; Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)

3.4    Hubungan antara Individu keluarga dan Masyarakat

·    Makna individu
Manusia adalah makhluk individu yang berarti makhluk yang tidak dapat antara jiwa dan raganya dipisah-pisahkan.
Para ahli psikologi modern menyatakan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan yang kegiatannya sebagai keseluruhan.
Fallport menyatakan kepribadian manusia sebagai makhluk individu yaitu : Kepribadian sebagai organisasi dinamis daripada sistem psyco-physik dalam individu yang ikut serta menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan (W.A.Gerungan, 1980:28).
Untuk menjadi suatu individu yang “mandiri” harus melalui Proses pemantapan dalam pergaulan di lingkungan keluarga pada tahap awal.
Menurut Sugmund Freud, superego manusia sudah mulai terbentuk pada saat manusia berumur 5-6 tahun (W.A. Gerungan, 1980:29)
(sumber: Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)
·    Makna keluarga
Keluarga merupakan kelompok paling penting yang ada di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah grup yang terbentuk dari adanya pernikahan yang terjadi.
5 macam sifat yang terpenting,yaitu:
1)  Hubungan suami-istri.
2)  Bentuk perkawinan dimana suami-istri itu diadakan.
3)  Susunan nama-nama dan istilah-istilah.
4)  Harta benda keluarga
5)  Pada umumnya keluarga itu rumah bersama.
(sumber; Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)
·    Makna masyarakat
Beberapa defisi tentang masyarakat:
1)  R. Linton : Seseorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
2)  J.L. Gillin dan J.P. Gillin : Mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.
3)  M.J. Herskovist : Menulis bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
4)  Linton : Maka masyarakat itu timbul dari setiap kumpulan individu, yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama dalam waktu lama.
5)  Hasan Shadily : Mendefinisikan masyarakat adalah goongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau kerena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.
6)  S.R. Steinmets : Seseorang sosiologi bangsa Belanda, mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perbuhungan yang erat dan teratur.
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat, sebagai berikut :
1)  Harus ada perkumpulan manusia.
2)  Telah tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah.
3)  Adanya undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
 (sumber: Ilmu Sosial Dasar, Drs.H.Abu Ahmadi)
·    Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat
1.  Hubungan individu degan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga karena ia dilahirkan dari keluarga, tumbuh dan kembang untuk kemudian membentuk sendiri keluarga batinnya.

2.  Hubungan individu dengan lembaga
Lembaga diartikan sebagai norma-norma yang berintegrasi di sekitar suatu fungsi masyarakat yang penting. Jadi, ada segi kultural berupa norma-norma dan nilai-nilai.

3.  Hubungan individu dengan komunitas
Komunitas diartikan sebagai satuan kebersamaan hidup sejumlah orang banyak yang memliki ciri teritorialitas yang terbatas, keorganisasian tata kehidupan bersama, dan berlakunya nilai-nilai yang orientasi nilai yang kolektif (Polpin,1960).

4.  Hubungan individu dengan masyarakat
Masyarakat merupakan satuan lingkungan sosial yang bersifat makro. Aspek teritorium kurang diperhatikan, namun aspek keteraturan sosial dan wawasan hidup kolektif memperoleh bobot yang lebih besar.
Unsur-unsur masyarakat yang terdiri dari pranata, status, dan peranan individu.

 (sumber: Ilmu Sosial Dasar, IR.M.Munandar Solaeman,MS)
                       
3.5    Urbanisasi
·    Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan tempat tinggal penduduk dari desa ke kota. Orang yang melakukan hal ini disebut urban.
·    Proses Urbanisasi
Proses Urbanisai terjadi dimana keadaan masyarakat yang bersangkutan menyangkut 2 aspek ini, yaitu:
Ø Perubahan masyarakat desa menjadi kota
Ø Penambahan penduduk yang terjadi karena banyak penduduk desa mengalir ke kota
Hal diatas terjadi akibat banyaknya daya tarik pada kota tersebut,daya tarik tersebut berupa:
Ø Adanya pusat Pemerintahan
Ø Sangat strategis untuk membangun usaha
Ø Banyaknya lahan pekerjaan.



KASUS :
          Banyaknya manusia yang masih menyendiri hidupnya, tidak bisa bergaul terhadap lingkungan sekitar. Hal itu menyebabkan dia menjadi tidak terlihat pada kaum mayoritas.
ANALISIS
Banyaknya komunitas yang ada membuat manusia semakin bisa menjalin tali silahturahmi kepada manusia lainya, sehingga mereka bisa menjadi suatu kelompok